Wednesday, October 10, 2012

Hari ini Jalanan Protokol Jakarta Masih Lenggang

AppId is over the quota
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Ilustrasi: Suasana Jl MH Thamrin, Jakarta, yang lengang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta pada H+3 terbilang masih lengang, meski beberapa perkantoran tidak menerapkan cuti bersama. Banyaknya yang masih berada di kampung halaman, membuat jalan protokol yang biasanya dipadati kendaraan, kini bisa dilalui dengan lancar.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Selasa (21/8/2012), sekitar pukul 08.30 WIB, jalanan protokol di sekitar pusat perkantoran Jakarta masih tampak lengang. Situasi tersebut tampak di beberapa jalan utama, antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Selatan, Medan Merdeka Utara, Medan Merdeka Barat dan Medan Merdeka Timur.

Dari arah kawasan Pasar Baru menuju Monumen Nasional (Monas) misalnya, hanya tampak beberapa kendaraan yang didominasi sepeda motor melintasi Jalan Veteran menuju Harmoni atau Medan Merdeka Barat ke arah MH Thamrin.

Sementara angkutan Bus Transjakarta jurusan Harmoni-Blok M yang melewati halte-halte di seputaran jalan-jalan protokol, yang biasanya dipenuhi penumpang, kini sepi. Hanya beberapa orang yang naik turun TransJakarta, tanpa antrean panjang.

Situasi yang sama tampak di perempatan Lampu Merah Pancoran yang biasanya ramai dipadati kendaraan bermotor. Kendaraan yang melintas sama sekali tidak terhalang adanya kemacetan.

Diperkirakan suasana jalanan yang lengang tersebut akan berlangsung hingga hari terakhir libur Lebaran yang jatuh pada Rabu (22/8/2012).

Sementara itu beberapa tempat wisata seperti TMII, Kebun Ragunan dan Taman Jaya Ancol diprediksikan akan dipadati warga Jakarta yang menikmati liburan bersama keluarga.

11.000 Orang Naiki Monas

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com- Selain Ragunan, Ancol, dan Taman Mini, Monas juga masih menarik warganya untuk memanfaatkan libur Lebaran hari kedua, Senin (20/8/2012). Sepanjang hari ini tercatat 11.383 pengunjung menaiki Monumen Nasional (Monas) hingga ke pelataran cawan dan pelataran puncaknya.

Jumlah itu berlipat dibanding hari biasanya yang hanya kurang lebih 3.000 orang. Pada hari pertama Lebaran kemarin, pengunjung Monas 5.163 orang karena jam pelayanan baru dibuka pukul 12.00.  

Untuk mencapai pelataran cawan, pengunjung dewas hanya perlu membayar Rp 2.500 dan Rp 1.000 untuk mahasiswa/pelajar/anak. Sedangkan untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung harus membayar lagi Rp 7.500 (dewasa) dan Rp 3.500 untuk mahasiswa/pelajar/anak.  

Kepala Seksi Pelayanan Monas Yulianti menuturkan, pengunjung bisa mendatangi museum sejarah dan ruang kemerdekaan di dalam cawan tugu. Sedangkan, di pelataran puncak, pengunjung bisa menikmati pemandangan Kota Jakarta melalui teropong. Ada empat buah teropong yang disediakan.

"Kami perkirakan, pengunjung akan membludak hingga hari Rabu atau Kamis ini," kata Yulianti.

Tuesday, October 9, 2012

Foke: Migran ke Jakarta, Lengkapi Persyaratan Kependudukan

AppId is over the quota
Robertus Belarminus/KOMPAS.com Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kiri) dan Waka Polda Metro Jaya Brigjen (Pol) Suhardi Alius saat meninjau pemudik Lebaran dan persiapan mudik Lebaran di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (14/8/2012).

JAKARTA, Kompas.com - Kepadatan penduduk Ibukota menjadi salah satu permasalahan yang harus mendapatkan penangganan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebab, masalah kependudukan di Jakarta dianggap menjadi biang dari berbagai masalah, seperti kemacetan, pengangguran dan sebagainya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memperketat persyaratan kependudukan bagi warga yang ingin tinggal di Jakarta. "Kita sudah mensosialisasikan persyaratan kependudukan dan catatan sipil di ibukota ini melalui pemerintah daerah asal dari kaum migran ini, jauh sebelum Lebaran. Jadi mereka sudah tau aturanya, harus dipatuhi dan ada sanksinya juga," tegas Foke, saat berkunjung ke Pantai Beach Pool, Ancol, Jakarta Utara, Senin (20/8/2012).

Menurutnya, jumlah pendatang di Jakarta sudah berangsur turun karena berbagai kebijakan kependudukan di Jakarta yang diperketat. "Kami sudah sampaikan syarat kependudukan sipil ke pemerintah asal supaya orang tidak mudah mengadu nasib ke sini," ujar Foke.

Menurutnya, ketegasan dalam pendataan kependudukan di Jakarta serta kerja sama dengan pemerintah di beberapa daerah telah berdampak pada menurunkan jumlah pendatang di Jakarta, khususnya saat balik Lebaran.

"Setiap Lebaran angkanya menurun. Waktu awal saya jadi Gubernur, angkanya 150.000. Sekarang 50 sampai 60.000," imbuhnya.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pondok Bambu

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com-Kebakaran yang menghanguskan diduga lebih dari 100 bangunan di Jalan Gotong Royong, RW 2 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012), sejak pukul 12.15 mulai bisa dijinakkan.

Petugas Kepolisian Sektor Duren Sawit dan Polres Metro Jaktim telah berada di lokasi untuk mencari sumber dan penyebab kebakaran.

Kepastian sumber dan penyebab kebakaran sendiri belum ditemukan. Ada informasi yang beredar di kalangan warga, kebakaran bersumber dari RT 2, namun informasi lain justru menyebutkan berasal dari RT 4.

Babinkamtibmas Pondok Bambu Frizal mengatakan, mendapat informasi dari warga bahwa sumber kebakaran bermacam-macam. Ad informasi yang menyebutkan, akibat kegiatan memasak penghuni bengkel, namun ada lagi yang mengatakan karena proses pembakaran serbuk kayu.

Adapun areal yang terbakar setidaknya seluas 2 hektar. Menurut Ujang, warga RT 2, kebakaran setidaknya menghanguskan lebih dari 100 bangunan berupa bengkel furnitur dan tempat tinggal.

Monday, October 8, 2012

Pasar Induk Kramat Jati Mulai Ramai

AppId is over the quota
Bahana Patria Gupta/KOMPAS Pekerja memindahkan blewah asal Demak yang baru tiba di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta, Senin (22/8). Buah blewah menjadi komoditi musiman yang laris selama Bulan Ramadhan. Omzet pedagang blewah di Pasar Induk Kramatjati dapat mencapai Rp 7,5 juta sehari.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai ramai pada Selasa (21/8/2012). Sebelumnya pada dua hari Lebaran, kios pasar induk sayur dan buah ini ditinggalkan pemiliknya mudik.

Enjang (23), pedagang sayur asal Garut, mengatakan, mulai berjualan sejak hari ini. Sebelumnya ia memilih mudik dan merayakan Lebaran di rumah. Ia mengatakan bila memaksakan berdagang pun khawatir tidak ada yang membeli. Titin (54), pedagang buah asal Tangerang, sengaja baru mulai berjualan hari ini, karena sebelumnya memilih meliburkan anak buahnya.

Saat ini, meskipun belum semua anak buahnya pulang, ia nekat berjualan karena banyak pembeli yang mulai datang.

Ragunan Masih Dipadati Puluhan Ribu Warga

AppId is over the quota
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Suasana di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta Selatan, masih menjadi tempat tujuan favorit bagi warga untuk menghabiskan waktu liburan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. Pada hari kedua setelah Lebaran atau Selasa (21/8/2012), puluhan ribu orang dari Jakarta dan kota sekitarnya kembali memadati Ragunan.

Hingga pukul 10.00 WIB pagi ini, kemacetan akses menuju Ragunan di Jalan Harsono RM telah terjadi. Antean kendaraan mencapai 500 meter lebih dari pintu masuk Ragunan lantaran banyaknya kendaraan dan pengemudi sepeda motor yang berhenti di pinggir jalan untuk berbelanja makanan dan minuman. Puluhan ribu warga itu datang dengan berbagai kendaraan, seperti sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum, bus, bajaj, mobil pick up, hingga truk. Rata-rata dari mereka adalah rombongan keluarga.

Jika kemacetan di Harsono RM semakin parah, kepolisian akan menerapkan dua jalur menuju Ragunan. Jalur menuju perempatan Ragunan akan dialihkan melalui jalur lain. Saat ini, puluhan petugas kepolisian masih sibuk mengatur arus lalu lintas.

Seperti hari-hari sebelumnya, di setiap pintu masuk, petugas kepolisian terus mengingatkan pengunjung yang baru tiba untuk menjaga barang bawaan. Pengunjung diminta meletakkan tas di depan badan. Petugas juga meminta agar pengunjung mewaspadai setiap orang yang mencoba berbuat baik, seperti menawarkan minuman ringan, karena dikhawatirkan menjadi korban pembiusan.

Petugas juga meminta agar orangtua yang membawa serta anak agar tak melepas anak-anaknya dari genggaman atau pantauan. "Jika terlepas, segera beritahu petugas terdekat," kata salah satu anggota polisi melalui alat pengeras suara.

Warga antusias mendatangi Ragunan karena tarif masuknya relatif murah. Hanya dengan uang Rp 4.500 untuk dewasa dan Rp 3.500 untuk anak-anak, ditambah asuransi Rp 500, pengunjung dapat melihat lebih 260 jenis hewan dengan jumlah hewan lebih dari 3.000 ekor.

Api di Pondok Bambu Masih Berkobar Hebat

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com — Api yang melalap ratusan bangunan pembuat mebel dan kontrakan di RT 02 RW 02, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012) siang, masih berkobar hebat. Api melalap bangunan pembuatan mebel berbahan kayu dan ratusan kontrakan yang berdiri di tanah seluas 800 meter persegi. 

Sementara tempat yang diduga menjadi asal api yang berkobar sekitar pukul 12.30 WIB itu kini tinggal tersisa puing-puing. Berdasarkan pantauan di lokasi, tempat yang terbakar masuk ke dalam sejauh 100 meter dari Jalan Pahlawan Revolusi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Beberapa petugas pemadam kebakaran tampak memadamkan titik api yang masih tersisa. Sementara api tampak merembet ke bangunan di sekitarnya. Puluhan warga dan petugas pemadam kebakaran pun berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Mereka tentu khawatir api akan merembet ke permukiman warga lainnya yang hanya berjarak beberapa meter dari kobaran api.

Warga yang memiliki rumah tak jauh dari kobaran api pun langsung berkemas dan menyiapkan barang-barang berharga mereka. Hingga pukul 14.15 WIB, belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut, begitu juga jumlah kerugian yang disebabkan. Warga yang rumahnya habis dilalap si jago merah pun tampak mengungsi di pinggir jalan. Sementara warga lainnya menjadikan musibah tersebut sebagai tontonan.