Showing posts with label Warga. Show all posts
Showing posts with label Warga. Show all posts

Monday, October 8, 2012

Ragunan Masih Dipadati Puluhan Ribu Warga

AppId is over the quota
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Suasana di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Marga Satwa Ragunan, Jakarta Selatan, masih menjadi tempat tujuan favorit bagi warga untuk menghabiskan waktu liburan Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. Pada hari kedua setelah Lebaran atau Selasa (21/8/2012), puluhan ribu orang dari Jakarta dan kota sekitarnya kembali memadati Ragunan.

Hingga pukul 10.00 WIB pagi ini, kemacetan akses menuju Ragunan di Jalan Harsono RM telah terjadi. Antean kendaraan mencapai 500 meter lebih dari pintu masuk Ragunan lantaran banyaknya kendaraan dan pengemudi sepeda motor yang berhenti di pinggir jalan untuk berbelanja makanan dan minuman. Puluhan ribu warga itu datang dengan berbagai kendaraan, seperti sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum, bus, bajaj, mobil pick up, hingga truk. Rata-rata dari mereka adalah rombongan keluarga.

Jika kemacetan di Harsono RM semakin parah, kepolisian akan menerapkan dua jalur menuju Ragunan. Jalur menuju perempatan Ragunan akan dialihkan melalui jalur lain. Saat ini, puluhan petugas kepolisian masih sibuk mengatur arus lalu lintas.

Seperti hari-hari sebelumnya, di setiap pintu masuk, petugas kepolisian terus mengingatkan pengunjung yang baru tiba untuk menjaga barang bawaan. Pengunjung diminta meletakkan tas di depan badan. Petugas juga meminta agar pengunjung mewaspadai setiap orang yang mencoba berbuat baik, seperti menawarkan minuman ringan, karena dikhawatirkan menjadi korban pembiusan.

Petugas juga meminta agar orangtua yang membawa serta anak agar tak melepas anak-anaknya dari genggaman atau pantauan. "Jika terlepas, segera beritahu petugas terdekat," kata salah satu anggota polisi melalui alat pengeras suara.

Warga antusias mendatangi Ragunan karena tarif masuknya relatif murah. Hanya dengan uang Rp 4.500 untuk dewasa dan Rp 3.500 untuk anak-anak, ditambah asuransi Rp 500, pengunjung dapat melihat lebih 260 jenis hewan dengan jumlah hewan lebih dari 3.000 ekor.

Wednesday, August 29, 2012

Gubernur DKI Harus Mampu Berdialog dengan Warga

AppId is over the quota
KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO Suasana Lebaran di pengungsian korban kebakaran Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/8/2012). Di tengah keprihatinan akibat musibah kebakaran yang terjadi pada Senin (6/8/2012) lalu, para korban merayakan lebaran dengan sederhana dan penuh kebersamaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran yang kerap terjadi di Jakarta semakin menuntut perlunya penataan pemukiman warga. Namun, untuk melakukan relokasi terhadap warga di pemukiman kumuh maupun terhadap para korban kebakaran dituntut kemampuan berdialog Gubernur DKI dan jajarannya.

"Relokasi bisa saja menjadi pilihan dalam rangka penataan pemukiman. Tapi, gubernur dan pemerintah kota harus lebih mampu berdialog dengan warga," kata Yayat Supriatna, peneliti masalah perkotaan, saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/8/2012).

Yayat menjelaskan, pemerintah tidak bisa asal melakukan penggusuran. Kondisi kejiwaan warga, terutama yang menjadi korban kebakaran harus menjadi pertimbangan. Untuk itu, kemampuan mendengarkan pandangan warga dan berdialog sangat dibutuhkan pemimpin Jakarta.

"Agak sulit untuk berbicara dengan mereka yang mengalami tekanan hidup atau yang dalam kondisi trauma setelah jadi korban kebakaran. Mereka masih sulit menerima ide-ide baru," jelas pengajar di Universitas Trisakti ini.

Yayat melanjutkan, untuk para korban kebakaran, misalnya, bagaimana pun kondisi mereka sebelumnya, mereka telah masuk dalam golongan orang miskin baru. Dalam kondisi psikologis yang demikian, warga Jakarta masih membutuhkan dorongan sekaligus penyadaran untuk bisa menata diri dan lingkungan. Lebih lagi, masalah pemindahan penduduk terkait dengan banyak kepentingan, baik dari sisi kepentingan tiap warga yang berbeda-beda maupun kepentingan pihak-pihak lain yang harus dipertimbangkan.

Kemampuan untuk menyediakan rumah layak huni saja belum menjadi solusi sempurna. "Perlu keberanian pemimpin untuk membangun dialog karena banyak kepentingan yang harus dirangkai. Dialog diperlukan untuk temukan sinergi antarkepentingan yang beragam," jelas Yayat.

Tuesday, August 28, 2012

Ragunan Jadi Favorit Warga karena Murah Meriah

AppId is over the quota
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Pengunjung berinteraksi memberi pakan sayuran pada jerapah koleksi Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Minggu (8/5/2011). Berlibur di kebun binatang selain untuk berekreasi juga dapat mengajarkan anak-anak berinteraksi dan belajar dunia satwa.

JAKARTA, Kompas.com - Taman Margasatwa Ragunan masih menjadi pilihan utama warga sekitar Jakarta untuk berekreasi mengisi hari libur Lebaran, karena murah dan meriah.

"Tarif masuknya murah dan terjangkau bagi masyarakat seperti kami," kata salah satu pengunjung TM Ragunan, Edi (36), Senin (20/8/2012).

Edi mengatakan, tiket masuk ke tempat rekreasi itu termasuk murah dibandingkan tiket masuk ke Taman Impian Jaya Ancol dan Water Boom. Dia menjelaskan, harga dua tiket untuk orang dewasa total Rp 8.000, dan dua tiket untuk anak-anak dengan total Rp 6.000.

"Harga sebesar itu terjangkau untuk kelas menengah ke bawah dan untuk semua kalangan," ujarnya.

Menurut Edi, kedatangannya ke TM Ragunan bersama rombongan tetangga yang tinggal di Bekasi. Dia sendiri memilih menggunakan sepeda motor untuk menuju tempat rekreasi itu.

Lebih lanjut dikatakannya, fasilitas yang disediakan pengelola TM Ragunan cukup memadai dan bagus. Hal ini, menurut Edi, membuat pengunjung nyaman untuk menghabiskan liburanya di sana.

"Selain untuk rekreasi, berbagai fasilitas di sini bermanfaat bagi anak-anak, bisa menambah pengetahuan mereka," katanya.

TM Ragunan masih menjadi daya tarik penduduk Jakarta untuk dikunjungi di kala liburan, yang ditandai dengan peningkatan jumlah pengunjungnya pada hari ke dua Lebaran ini.

Menurut data Pelayanan Pengunjung TM Ragunan, jumlah pengunjung hingga pukul 15.00 WIB di hari kedua Lebaran ini sebanyak 110.000 orang, jumlahnya meningkat dibandingkan hari Minggu (19/8) yaitu 29.000 orang.

Jumlah itu diperkirakan akan bertambah karena tempat rekreasi itu akan memperpanjang jam bukanya hingga pukul 17.00 WIB.

Kesan positif terhadap TM Ragunan juga dikatakan pengunjung lain, M Sidik (45), yang menilai tiket masuk TM Ragunan cukup murah dibandingkan tempat rekreasi yang lain. Untuk itu, kata Sidik, dia tidak ragu membawa istri dan kedua anaknya ke tempat rekreasi yang berada di Jakarta Selatan itu.

"Tempat rekreasinya ini dekat dengan rumah saya di Lenteng Agung dan tiket masuknya murah meriah," katanya seraya menambahkan, mereka sudah mempersiapkan berbagai perbekalan untuk berekreasi di sana, salah satunya membawa ketupat dan minuman dari rumah.

Hal ini menurut dia untuk menjaga suasana liburan di TM Ragunan tetap nyaman tanpa diganggu dengan kerepotan mencari makanan dan minuman.

Sidik mengatakan kedua anaknya memiliki tempat favorit ketika berkunjung ke Ragunan, yaitu melihat  gajah. Menurut dia, di kandang gajah itu, kedua anaknya bisa memberi makan sambil berinteraksi dengan binatang berbelalai itu.

"Setelah itu kemungkinan akan melihat buaya, lalu keliling Ragunan dan setelah capek langsung pulang," ujarnya.