Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Sunday, January 13, 2013

Atur Lalin Tol Tangerang-Merak, 400 Polisi Disebar

AppId is over the quota
Atur Lalin Tol Tangerang-Merak, 400 Polisi Disebar KRISTIANTO PURNOMO Tol Jakarta-Merak di kilometer 57 Serang, Banten, putus karena banjir, Kamis (10/1/2013). Banjir disebabkan meluapnya Sungai Ciujung juga merendam ratusan rumah warga. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan personel Kepolisian disebar untuk memantau keadaan dan mengatur lalu lintas di sekitar tol Tangerang-Merak yang lumpuh total akibat banjir setinggi lebih dari 1 meter.

"Kalau dari polres sendiri kita turunkan 400 personel," AKBP Ady Soeseno, Kapolres Serang di Tol Ciujung pada Kamis (10/11/2012).

Ia melanjutkan, personel disebar ke beberapa titik untuk mengurangi ruas jalan yang macet. 

"Jalan-jalan arteri yang menjadi jalan alternatif dijaga oleh petugas juga. Supaya titik kemacetan bisa berkurang," ungkapnya.

Selain menjaga beberapa titik macet, petugas juga melakukan penjagaan di depan pintu Tol Ciujung. Tujuannya agar tidak ada masyarakat yang terjebak masuk ke rute tol hingga tidak bisa keluar.

Selain itu, mereka juga sebagian disebar ke kampung-kampung yang terendam banjir. Petugas dikirimkan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terjebak banjir di sekitar tol Ciujung. Petugas juga diminta terus bersiaga agar bisa memberikan keamanan kepada masyarakat sekitar.

Diberitakan sebelumnya, kemacetan di ruas jalan tol Tangerang-Merak diakibatkan ditutupnya ruas tol Tangerang-Merak dari KM 39-60. Banjir akibat luapan Sungai Ciujung terjadi di KM 58-59.

Warga yang tinggal di daerah aliran Sungai Ciujung terpaksa dievakuasi karena rumah mereka terendam banjir. Kondisi di pinggir jalan tol dipenuhi tenda darurat serta jejeran sepeda motor warga, termasuk aktivitas warga yang mengungsi.

Tuesday, October 9, 2012

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pondok Bambu

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com-Kebakaran yang menghanguskan diduga lebih dari 100 bangunan di Jalan Gotong Royong, RW 2 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012), sejak pukul 12.15 mulai bisa dijinakkan.

Petugas Kepolisian Sektor Duren Sawit dan Polres Metro Jaktim telah berada di lokasi untuk mencari sumber dan penyebab kebakaran.

Kepastian sumber dan penyebab kebakaran sendiri belum ditemukan. Ada informasi yang beredar di kalangan warga, kebakaran bersumber dari RT 2, namun informasi lain justru menyebutkan berasal dari RT 4.

Babinkamtibmas Pondok Bambu Frizal mengatakan, mendapat informasi dari warga bahwa sumber kebakaran bermacam-macam. Ad informasi yang menyebutkan, akibat kegiatan memasak penghuni bengkel, namun ada lagi yang mengatakan karena proses pembakaran serbuk kayu.

Adapun areal yang terbakar setidaknya seluas 2 hektar. Menurut Ujang, warga RT 2, kebakaran setidaknya menghanguskan lebih dari 100 bangunan berupa bengkel furnitur dan tempat tinggal.

Sunday, August 26, 2012

Merasa Difitnah, PKS Akan Laporkan ke Polisi

AppId is over the quota
ANDREAN KRISTIANTO Hidayat Nur Wahid.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera tengah mempertimbangkan melaporkan beberapa pihak ke polisi atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik. Rencana itu terkait sikap PKS yang mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli alias Foke-Nara di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

"Banyak yang akan kami tindaklanjuti secara hukum karena itu fitnah, menghadirkan pencemaran nama baik, menyangkut perbuatan tidak menyenangkan," kata anggota Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, di kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

Hidayat mengatakan, salah satu yang hal yang dianggap fitnah itu terkait pernyataan soal dirinya maupun PKS yang tidak konsisten karena mengkritik Joko Widodo alias Jokowi yang tak menyelesaikan jabatan sebagai Wali Kota Solo jika terpilih sebagai Gubernur DKI. Padahal, Hidayat juga mengalami kondisi yang sama.

Hidayat menjelaskan, dirinya tak pernah mempermasalahkan langkah Jokowi maju di Pilkada DKI. Pihaknya hanya ingin kepastian dari Jokowi terkait keinginan Jokowi untuk menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Solo sampai 2017 jika nantinya terpilih ia terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Selain itu, Hidayat juga mempermasalahkan penilaian bahwa PKS tak konsisten pada kritik yang mereka sampaikan selama ini. Pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2007 dan putaran pertama Pilkada 2012, PKS banyak mengkritik Foke, tetapi kini malah memberikan dukungan.

Menurut Hidayat, pernyataan itu hanya untuk mengalihkan isu. Dia mengklaim bahwa PKS justru tetap konsisten dengan apa yang dikampanyekan di putaran pertama. Ia mengatakan, PKS meminta agar program-program PKS diimplementasi oleh Foke-Nara jika pasangan nomor urut 1 itu memenangi pilkada.

"Pak Fauzi Bowo sampaikan kesanggupannya untuk melaksanakan. Artinya, yang kami kritik diakomodasi jadi program beliau. Jadi kami berikan dukungan tidak gratisan. Tapi jangan diartikan kami minta duit atau minta jabatan. Itu semua fitnah," ucap mantan Presiden PKS itu.