Saturday, September 1, 2012

Kronologi Tewasnya Pebalap Andre Mamuaya

AppId is over the quota
Imanuel More Motor Ducati yang dikendarai pembalap Andre Mamuaya saat kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Adaro Energy Tbk sekaligus pebalap andal Andre Mamuaya tewas dalam kecelakaan hebat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/8/2012) pagi tadi. Sepeda motor balap Ducati miliknya pun hancur dan sempat terpental.

Hal ini diungkapkan Kepala Subdit Gakkum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto saat dijumpai mengamankan Taman Margasatwa Ragunan.

Sudarmanto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 09.45 WIB di depan Plaza Central, Jalan Jenderal Sudirman. Sepeda motor Ducati B 5555 XS milik Andre melaju sangat kencang di jalur lambat di jalan itu.

Di saat yang bersamaan, di depan motor Andre terdapat sebuah mobil Kijang Innova B 1348 PKP yang dikemudikan Mahendra Tarigan.

"Mobil Innova hendak masuk ke kiri ke dalam gedung Plaza Central, dia udah kasih tanda akan belok. Tapi sepeda motor Ducati justru berusaha menyalip Innova dari arah kiri. Akhirnya, tabrakan tidak bisa dihindarkan," kata Sudarmanto.

Ketika itu, lanjut Sudarmanto, Andre diduga tidak memperhitungkan jarak dan menabrak bemper kiri mobil Kijang Innova.

"Akhirnya dia mental, kepalanya terpentok di pot bunga, dan kemungkinan tewas di tempat karena benturan sangat keras," ujar Sudarmanto.

Saat ini, jenazah Andre dibawa ke RS Siloam terdekat. Sementara Mahendra Tariga, pengendara Kijang Innova selamat dari kecelakaan maut itu. Polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan ini.

Friday, August 31, 2012

Kebakaran Hebat Landa Kompleks Pembuatan Mebel

AppId is over the quota
Fabian Januarius Kuwado Kebakaran hebat melanda sebuah kompleks pembuatan mebel dan rumah warga di RT 01 RW 02, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hebat melanda sebuah kompleks pembuatan mebel dan rumah warga di RT 01 RW 02, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012). Belum diketahui penyebab musibah tersebut, tetapi puluhan bangunan tampak habis dilalap si jago merah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, api mulai berkobar sekitar pukul 12.30 WIB. Dengan cepat api melahap bangunan yang sebagian besar berbahan kayu. Baik pemilik maupun warga penghuni rumah pun langsung berhamburan keluar sambil menyelamatkan barang-barang berharga masing-masing. Meski demikian, belum dapat dipastikan dari mana asal api.

Hingga pukul 13.35 WIB, api pun masih berkobar hebat. Puluhan mobil pemadam kebakaran dibantu warga sekitar tampak berusaha memadamkan api yang masih berkobar.

Pantura Butuh Delapan Lajur

AppId is over the quota
Kompas/Sri Rejeki Jalur pantai utara idealnya terdiri dari delapan lajur agar perjalanan arus mudik lancar. Saat ini jalur ini hanya terdiri dari dua lajur.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalur pantai utara (Pantura) idealnya terdiri dari delapan lajur agar perjalanan arus mudik lancar. Saat ini jalur ini hanya terdiri dari dua lajur.

Untuk Lebaran tahun ini, kemacetan arus mudik bertambah parah. Misalnya, rute Jakarta-Semarang harus ditempuh dalam waktu 41 jam. Jika kondisi tidak berubah dan kendaraan semakin bertambah, pada Lebaran tahun depan jarak ini sangat mungkin waktu tempuhnya bertambah menjadi 48 jam.

Hal ini diungkapkan Pengamat Transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, Selasa (21/8/2012). Djoko mengutip hasil studi di Kementerian Koordinator Perekonomian tahun 2008 bahwa jalur pantura butuh delapan lajur agar arus mudik dan balik pada masa Lebaran lancar.

Meski demikian, menurut Djoko, menambah lajur bukan merupakan solusi positif. Sebagai gantinya, pemerintah perlu mendorong pemanfaatan transportasi massal seperti kereta api. "Ini jauh lebih murah dan mudah dilakukan sepanjang ada komitmen dari pemerintah," kata Djoko.

Menurutnya, frekuensi perjalanan dan perubahan urutan rangkaian atau stamformasi kereta perlu ditambah. Saat ini, lokomotif yang digunakan hanya mampu membawa 10 kereta. Dengan jenis lokomotif tertentu, seperti CC mampu menarik 20 kereta sekalgus. Dengan demikian semakin banyak penumpang yang dapat diangkut dalam sekali perjalanan. Ditambahkan Djoko, menambah jalan hanya akan mendorong pertumbuhan kendaraan bermotor dan semakin menambah penggunaan bahan bakar minyak.

Dukung Foke-Nara, Golkar Tak Jamin Kadernya Ikut

AppId is over the quota
KOMPAS/LASTI KURNIA Cagub DKI Jakarta pasangan nomor 1 yaitu Fauzi Bowo (Foke) (kedua kanan), dan cawagub Nachrowi Ramli (kanan), bersama para pendukung dan simpatisan, menggelar konferensi pers di kantor Pemenangan Foke-Nara Center, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2012). Foke menyatakan perjuangan belum berakhir dan siap memasuki puatan kedua Pilkada DKI.

JAKARTA, KOMPAS.com - DPD I Partai Golkar DKI Jakarta sudah menyatakan akan mengalihkan dukungan pada pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dalam Pilkada DKI Jakarta. Meski demikian, Golkar tidak menjamin dukungan kadernya akan sejalan dengan partai.

"Ini kan arahan kebijakan dari partai. Tapi, siapa milih siapa di bilik nanti kan kita nggak tahu," kata funsionaris Partai Golkar Tantowi Yahya di kediaman Ketua Fraksi Golkar DPR RI Setya Novanto, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2012) malam.

Ia menjelaskan, setiap Pemilu bersifat langsung, umum, bebas, dan rahasia. Sebab itu tidak ada jaminan kader Golkar akan memilih calon gubernur yang sejalan dengan arah dukungan partai.

Anggota Komisi I FPG DPR RI itu menerangkan sebagai partai politik, Golkar perlu menunjukan posisi yang jelas dalam setiap kontestasi politik. Namun, hak kader sebagai pemilih tidak dapat dilanggar.

"Kami sebagai partai kan harus jelas posisinya mau dukung siapa. Tapi, kader nanti pilih siapa tidak ada yang tahu," sambung Tantowi.

Ia menjelaskan, sebelumnya Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dalam acara buka puasa bersama Angkatan Muda Partai Golkar menyatakan tidak akan ada pengarahan suara partai dalam Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Tetapi kemudian DPD I Partai Golkar DKI Jakarta telah melakukan konsolidasi dan rapat yang berkeputusan untuk mendukung pasangan Foke-Nara.

Alhasil, pada 5 Agustus lalu, Golkar secara resmi menyatakan dukungannya pada pasangan bernomor urut 1 pada putaran pertama.

Thursday, August 30, 2012

Pemprov DKI Berupaya Tekan Pendatang Baru

AppId is over the quota
KOMPAS/HERU SRI KUMORO Warga antre membeli tiket kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya menekan jumlah pendatang baru pasca-Lebaran, di antaranya menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lain dan melakukan operasi yustisi kependudukan lima kali selama setahun.

Warga dari luar Jakarta juga diimbau untuk tidak datang ke Ibu Kota tanpa dibekali keahlian dan keterampilan bekerja serta memiliki administrasi kependudukan yang menjadi aturan utama di DKI Jakarta, kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai menggelar kegiatan bersih sampah bersama warga di Pantai Beach Pool Ancol, Jakarta Utara, Senin.

"Sosialisasi persyaratan kependudukan sipil di Ibu Kota melalui pemda setempat seringkali dilakukan sebagai upaya mempertegas orang daerah tidak terlalu mudah masuk ke Jakarta," katanya.

Ia mengatakan, sebagian besar pemda asal migran saat ini telah mendorong kegiatan pembangunan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

"Sehingga migran tidak mudah tertarik pindah dan lebih memilih tetap tinggal di kampung sendiri daripada merantau ke Jakarta," ujarnya.

Selain itu, lanjut Fauzi, sudah banyak warga daerah asal migran lebih baik hidupnya sehingga enggan datang ke Ibu Kota untuk mengadu nasib. "Jadi sekarang, kalau sudah berhasil di daerah untuk apa ke Jakarta," tuturnya.

Fauzi menilai serangkaian upaya yang dilakukan dinilai efektif menurunkan laju pendatang baru ke Ibukota pasca Lebaran.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, pada 2010 pendatang baru mencapai 59.215 orang. Angka pendatang menurun lagi menjadi 51.875 orang pada tahun 2011.

Diperkirakan angka pendatang baru 2012 juga akan turun menjadi 46.155 orang. "Setiap Lebaran angka pendatang menurun. Saat saya menjadi Gubernur, angka pendatang baru mencapai 150 ribu, tapi sekarang sudah sekitar 50 ribu jiwa," terangnya.

Foke berpesan, bagi warga daerah yang ingin datang ke Jakarta agar mempelajari dan mematuhi peraturan kependudukan dan pencatatan sipil yang berlaku.

"Warga pendatang yang memenuhi syarat tersebut, tidak ada halangan. Tapi, warga tidak mematuhi persyaratan tersebut akan dikenakan sanksi tegas," katanya.

Ada Suara Bung Karno di Monas

AppId is over the quota
Pengunjung Tugus Monas di Jakarta, bisa mendengarkan suara asli Presiden pertama RI, Soekarno, karena diperdengarkan setiap jam.

JAKARTA, KOMPAS.com-Monumen Nasional (Monas) selain menjadi ikon Kota Jakarta juga menjadi tujuan wisata yang edukatif dan rekreatif. Selain bisa menikmati ruang publik yang luas di kawasan ini berupa taman dan tempat untuk berjalan kaki atau bersepeda, pengunjung juga bisa naik ke Tugu Monas.

Di cawan tugunya, terdapat Museum Sejarah dan Ruang Kemerdekaan. Di ruang ini, ada sebuah pintu berukir yang akan terbuka setiap jamnya. Dari balik pintu gapura ini akan terdengar suara sang Proklamator Soekarno saat membacakan teks proklamasi. Sambil mendengarkan rekaman suara Bung Karno, kita dapat menyaksikan replika naskah teks proklamasi yang ditempatkan di dalam kotak kaca yang terlihat saat pintu terbuka.

"Itu rekaman suara asli Bung Karno, diperdengarkan setiap jam, pukul 09.00, pukul 10.00, dan seterusnya. Hanya ada di Monas," kata Kepala Seksi Pelayanan Monas Yulianti.

Wednesday, August 29, 2012

Gubernur DKI Harus Mampu Berdialog dengan Warga

AppId is over the quota
KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO Suasana Lebaran di pengungsian korban kebakaran Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/8/2012). Di tengah keprihatinan akibat musibah kebakaran yang terjadi pada Senin (6/8/2012) lalu, para korban merayakan lebaran dengan sederhana dan penuh kebersamaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran yang kerap terjadi di Jakarta semakin menuntut perlunya penataan pemukiman warga. Namun, untuk melakukan relokasi terhadap warga di pemukiman kumuh maupun terhadap para korban kebakaran dituntut kemampuan berdialog Gubernur DKI dan jajarannya.

"Relokasi bisa saja menjadi pilihan dalam rangka penataan pemukiman. Tapi, gubernur dan pemerintah kota harus lebih mampu berdialog dengan warga," kata Yayat Supriatna, peneliti masalah perkotaan, saat dihubungi Kompas.com, Senin (20/8/2012).

Yayat menjelaskan, pemerintah tidak bisa asal melakukan penggusuran. Kondisi kejiwaan warga, terutama yang menjadi korban kebakaran harus menjadi pertimbangan. Untuk itu, kemampuan mendengarkan pandangan warga dan berdialog sangat dibutuhkan pemimpin Jakarta.

"Agak sulit untuk berbicara dengan mereka yang mengalami tekanan hidup atau yang dalam kondisi trauma setelah jadi korban kebakaran. Mereka masih sulit menerima ide-ide baru," jelas pengajar di Universitas Trisakti ini.

Yayat melanjutkan, untuk para korban kebakaran, misalnya, bagaimana pun kondisi mereka sebelumnya, mereka telah masuk dalam golongan orang miskin baru. Dalam kondisi psikologis yang demikian, warga Jakarta masih membutuhkan dorongan sekaligus penyadaran untuk bisa menata diri dan lingkungan. Lebih lagi, masalah pemindahan penduduk terkait dengan banyak kepentingan, baik dari sisi kepentingan tiap warga yang berbeda-beda maupun kepentingan pihak-pihak lain yang harus dipertimbangkan.

Kemampuan untuk menyediakan rumah layak huni saja belum menjadi solusi sempurna. "Perlu keberanian pemimpin untuk membangun dialog karena banyak kepentingan yang harus dirangkai. Dialog diperlukan untuk temukan sinergi antarkepentingan yang beragam," jelas Yayat.