Wednesday, January 16, 2013

Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Mobil di Cipete Selatan

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah pohon asam tumbang menimpa rumah almarhum Saparudin di Jalan Asem Dua No 96, RT 13 RW 02, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Selain menimpa rumah, sebuah mobil yang tengah parkir di garasi bagian dalam rumah juga ikut tertimpa sehingga mengalami kerusakan pada bagian atas.

Aldon (36), warga sekitar, menuturkan, perisitiwa yang terjadi sekitar pukul 09.30 itu terjadi karena embusan angin yang kencang.

"Yang kena itu teras rumah sama mobil. Namun, mobilnya penyok sedikit. Ya karena alam, kan, tadi anginnya kencang," kata Aldon saat ditemui di lokasi, Kamis (10/1/2013).

Petugas dari Sudin Pertamanan Jakarta Selatan pun dikerahkan untuk memotong dahan pohon. Pasalnya, pohon asam yang tumbang itu berukuran cukup besar sehingga memerlukan waktu pembersihan yang cukup lama.

Sementara itu, seorang adik pemilik rumah yang tak mau disebutkan namanya menuturkan, saat kejadian memang terdapat penghuni di dalam rumah, tetapi hal itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Pantauan Kompas.com, petugas masih tampak memotong-motong dahan pohon asam itu.

Selain itu, sebuah tiang listrik juga ikut tumbang dan patah akibat tertimpa pohon. Meski diguyur hujan, proses pemotongan dan pembersihan rumah yang tertimpa itu tetap dilakukan petugas dari Sudin Pertamanan Jakarta Selatan.

Atap Jembatan di Halte Poncol Habis Disapu Angin Kencang

AppId is over the quota
Atap Jembatan di Halte Poncol Habis Disapu Angin Kencang KOMPAS.com/Indra Akuntono Atap jembatan penyeberangan di Jalan Suprapto, Jakarta Pusat, habis tersapu angin, Kamis (10/1/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Atap jembatan penyeberangan di Jalan Suprapto, Jakarta Pusat, habis tersapu angin, Kamis (10/1/2013) sore. Seluruh atap jembatan yang terbuat dari bahan serat satu per satu beterbangan dan jatuh di jalan raya yang tengah ramai dilalui para pengemudi kendaraan.

Ditemui di lokasi, Marwoto, petugas Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, mengatakan, akibat peristiwa itu arus lalu lintas menjadi tersendat. Beruntung petugas kepolisian, Satpol PP, petugas dari Dinas Perhubungan bersama beberapa warga cekatan membenahi atap halte yang berserakan.

"Macet banget, makanya kita sama-sama atur arus lalu lintas dan membersihkan sisa-sisa atapnya," kata Marwoto.

Di lokasi yang sama, Iis Mudin (43), seorang warga yang kebetulan melintas dan berteduh di Halte Poncol, menyampaikan, atap jembatan tersebut terlepas satu per satu akibat disapu angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan.

Beberapa lembar atap jembatan itu jatuh menimpa Halte Poncol yang posisinya persis di bawah jembatan tersebut.

"Kalau enggak ada halte, banyak korban kali. Soalnya banyak yang lagi neduh di halte pas atapnya beterbangan," ujar Mudin.

Dari pantauan di lokasi, situasi lalu lintas telah kembali normal. Beberapa petugas kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan masih berada di lokasi. Sebagian mengatur lalu lintas, sebagian lainnya dibantu warga membersihkan sisa atap yang masih berserakan di sisi jalan. Hujan beserta angin juga sudah berhenti, dan beberapa warga telah melintasi jembatan yang kini tak beratap lagi.

Tuesday, January 15, 2013

Jokowi: Jalan Layang Nontol Blok M-Antasari Siap Dilalui

AppId is over the quota
Jokowi: Jalan Layang Nontol Blok M-Antasari Siap Dilalui Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo dan Wali Kota Jakarta Selatan Anas Effendy uji coba meninjau Jalan Layang Non Tol Antasari-Blok M, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai melakukan uji coba sendiri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari-Blok M sudah siap dilalui dalam uji coba oleh masyarakat mulai 15 Januari.

"Ada beberapa bidang yang masih harus diselesaikan, tapi tidak ada masalah. Tadi sudah kami coba," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu seusai melakukan uji coba JLNT Antasari-Blok M, Kamis (10/1/2013) sore tadi.

Jokowi mengatakan, permasalahan pembebasan lahan yang menjadi kendala pembangunan sudah bisa diselesaikan sehingga pembangunan ramp on di depan Pasar Inpres Cipete bisa segera dikerjakan.

"Iya karena masalah pembebasan, yang tadi untuk keluar dan masuk masih ada yang harus diselesaikan. Namun, sudah enggak ada masalah," kata Jokowi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, dari dua jalur JLNT, yang saat ini telah siap untuk dilewati adalah jalur yang mengarah selatan, yaitu dari arah Blok M mengarah Antasari.

"Arah selatan, Blok M ke Cipete, sudah boleh nanti Jumat bisa dilewatkan, tapi nanti Pak Dishub akan mengatur untuk trafiknya agar lebih matang. Namun,  sebenarnya Pak Gubernur juga sudah melihat dan sudah oke," ujar Ery.

Sementara untuk arah utara atau Antasari-Blok M, diperkirakan baru akan beroperasi pada Maret mendatang.

Beberapa sarana pendukung, seperti rambu-rambu lalu lintas dan listrik, akan segera dirampungkan pekerjaannya. Selain itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum DKI, kata Ery, juga telah menanam pohon pengganti sebagai kompensasi pohon yang ditebang di beberapa lokasi, seperti di Kanal Banjir Timur (KBT).

"Pohon-pohon pengganti juga akan ditanam kembali di lokasi semula. Setiap satu pohon yang ditebang akan diganti dengan 15 pohon kecil lainnya," katanya.

Seperti diketahui, pembangunan JLNT ini merupakan salah satu strategi Pemprov DKI untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Ibu Kota. JLNT Antasari-Blok M diyakini dapat mengurai kemacetan, terutama yang terjadi pada persimpangan di sepanjang Jalan Antasari dan Jalan Prapanca menuju Blok M.

Arus kendaraan akan dipecah dua, melalui JLNT dan jalan existing di bawahnya. Selain itu, JLNT tersebut juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang biasa menggunakan Jalan Fatmawati. Tidak hanya itu, JLNT juga menjadi alternatif mengurai kemacetan lalu lintas dampak dari pembangunan konstruksi MRT di 2013 ini.

Adapun pembayaran pembebasan tanah di dekat Pasar Cipete sudah selesai pada akhir Desember 2012 dan akan segera dibongkar untuk melebarkan jalan.

JLNT Antasari-Blok M ini dikerjakan dalam lima paket. Pasar Cipete sepanjang 1.170 meter, Cipete Utara sepanjang 805 meter, Taman Brawijaya 800 meter, Prapanca 628 meter, dan lapangan Mabak sepanjang 1.391 meter. Total tiang atau kolom sepanjang JLNT sebanyak 108 pier dengan total panjang 5.110 meter.

Industri Tergangggu Akibat Banjir di Tol

AppId is over the quota
Industri Tergangggu Akibat Banjir di Tol Twitter ACT for Humanity Ilustrasi banjir di Tol Ciujung sehingga memutus ruas Jakarta-Merak di KM 58-59.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Serang Mustofa menuturkan, banjir luapan Sungai Ciujung yang menggenangi ruas tol Jakarta-Merak mengganggu produksi industri-industri.

"Gangguan yang jelas terasa, karyawan terlambat bahkan ada yang tidak dapat masuk kerja karena adanya banjir," kata Mustofa dihubungi dari Jakarta, Kamis (10/1) petang .

Penuturan Mustofa, ada lebih dari sepuluh pabrik di kawasan sekitar Ciujung yang terkena dampak banjir. Pabrik yang terganggu tersebut antara lain tekstil dan sepatu yang merupakan industri padat karya.

Mustofa mengatakan, selain menghambat kelancaran keberangkatan karyawan sehingga mengganggu produksi pabrik, banjir juga menyulitkan pabrik mengirim barang ke pelanggan atau pemesan.

"Padahal pengiriman barang ke pelanggan sudah ada kontraknya, sehingga kalau terlambat bisa kena penalti. Sehingga kami berharap banjir di tol cepat surut supaya distribusi kembali lancar," katanya.

Sementara itu Humas Kamar Dagang dan Industri Banten Khotib Mansyur menuturkan, banjir di tol Jakarta-Merak juga menghambat pengiriman barang berupa baja maupun produk petrokimia dari Cilegon, terutama untuk pengiriman menggunakan truk trailer maupun truk tanki ke pemesan di sekitar Jakarta.

Adapun pengiriman barang seperti bahan kebutuhan pokok dari arah Jakarta menuju Merak dapat melewati jalur alternatif di pantai utara, yakni lewat Tangerang, Mauk, Tanara, Tirtayasa terus ke Serang dan Cilegon, kata Khotib.

Sedangkan pengiriman barang dari arah Bogor, kata Khotib, dapat melewati jalur alternatif melalui Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Baik Mustofa maupun Khotib belum dapat memberi taksiran kerugian yang diderita dunia usaha akibat banjir yang melanda tol Jakarta-Merak karena mereka belum mendapat laporan kalkulasi kerugian dari tiap perusahaan.

Monday, January 14, 2013

Hujan Lama di Hulu dan Sepanjang DAS Ciujung

AppId is over the quota
Hujan Lama di Hulu dan Sepanjang DAS Ciujung Twitter ACT for Humanity Ilustrasi banjir di Tol Ciujung sehingga memutus ruas Jakarta-Merak di KM 58-59.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang menggenangi ruas Tol Jakarta-Merak dipengaruhi lamanya hujan yang mengguyur kawasan hulu maupun sepanjang daerah aliran Sungai Ciujung. Tingginya curah hujan ini tidak lepas dari faktor adanya badai tropis dan beberapa daerah tekanan rendah di selatan Jawa.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Serang Eko Widyantoro ketika dihubungi dari Jakarta, Kamis (10/1/2013) sore mengatakan, hujan mengguyur kawasan Lebak dan Serang mulai tanggal 8 Januari pagi. "Hujan berlangsung dengan durasi cukup lama, sekitar 36 jam," kata Eko.

Penuturan Eko, badai tropis Narelle dan 2-3 daerah bertekanan rendah di selatan Jawa mengakibatkan dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrim. Cuaca ekstrem dimaksud berupa angin kencang, gelombang tinggi, dan juga hujan deras atau hujan berintensitas ringan sedang namun berlangsung lama.

"Badai tropis Narelle diperkirakan akan meluruh dalam 3-4 hari mendatang. Hal yang masih harus dicermati adalah perkembangan dari daerah tekanan rendah di selatan Jawa," katanya.

Waspadai Angin Kencang Tiga Hari ke Depan

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com — Angin kencang mulai terjadi di wilayah Jakarta, Kamis (10/1/2013). Fenomena alam disertai hujan lebat ini akan terjadi sampai tiga hari ke depan.

Penyebabnya adanya peningkatan intensitas siklon tropis di Samudra Hindia dari barat daya Sumatera dan selatan Nusa Tenggara Barat. Kejadian ini menimbulkan gangguan cuaca untuk beberapa hari ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Arfan Arkilie meminta warga agar mewaspadai fenomena cuaca ekstrem ini.

"Kami meminta agar ketika angin kencang warga tidak berlindung di bawah pohon rapuh dan papan reklame. Ini untuk menghindari terjadinya musibah pohon tumbang atau papan reklame roboh," kata Arfan.

Peristiwa ini, tutur Arfan, sudah mulai terjadi pada Kamis sore di sekitar Jakarta. Laporan yang masuk kepadanya, sejumlah pohon tumbang di beberapa tempat. "Kami masih memantau berapa jumlahnya," kata Arfan.

Di Jakarta Barat, papan reklame dan pohon tumbang menewaskan dua warga. Peristiwa ini terjadi saat angin kencang berembus di wilayah itu.

Perkiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan, untuk Jumat, sebagian besar wilayah DKI Jakarta bakal diguyur hujan. Hujan mulai terjadi sore hingga malam hari seperti hari ini.

Hujan diperkirakan juga mengguyur wilayah sekitar Jakarta, seperti Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor.

Tak Ada Petugas, Lansia Turun Tangan Evakuasi Pohon Tumbang

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com — Pohon berukuran besar yang tumbang di Jalan MT Haryono, depan MTH Square arah UKI, Jatinegara, Jakarta Timur, telah dievakuasi. Namun, proses evakuasi tidak dilakukan oleh petugas berwenang, tetapi warga lanjut usia

Sugeng (70), warga RT 06 RW 10 Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, yang dekat dengan lokasi kejadian mengatakan, evakuasi yang dilakukannya semata-mata untuk kelancaran arus lalu lintas kendaraan bermotor. Ia pun rela harus memotong dahan pohon itu.

"Saya kasihan sama mobil dan motor yang mau lewat. Kalau cepat dipotongin, kan, cepat lancar lagi jalanannya," ujarnya kepada Kompas.com di lokasi tumbangnya pohon, Kamis (10/1/2013).

Sugeng menuturkan, saat kejadian tumbangnya pohon, ia langsung memanggil pemuda-pemuda di kampungnya untuk mengevakuasi batang pohon yang melintang. Inisiatif Sugeng pun membuahkan hasil.

Bersama belasan pemuda kampungnya, mereka memotong dahan pohon satu per satu agar kendaraan dapat melintas. "Justru karena belum ada petugas saya manggil anak-anak buat bantuin nyingkirin pohon," lanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan seorang ibu atas nama Amah (60), warga RT 06 RW 07, Cipinang Cempedak, Jatinegara. Nenek tiga cucu tersebut mengaku datang ke lokasi tumbangnya pohon agar dapat dilalui kembali oleh kendaraan. "Saya juga, kan, petugas kebersihan. Cuma kerjanya sudah tadi pagi. Sekarang cuma bantu-bantu saja," ujarnya.

Dua lansia tersebut tampak bekerja bersama dengan belasan pemuda lainnya. Sugeng tampak memotong dahan yang paling besar dengan kapaknya, sementara Amah memunguti ranting-ranting pohon yang berserakan di aspal jalan.

Adapun para pemuda memotong batang pohon di sisi lainnya juga dengan menggunakan kapak. Meski kejadian pohon tumbang telah berlalu lebih dari 30 menit, tidak tampak petugas dari Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman berada di lokasi.

Hanya tampak beberapa petugas Dinas Perhubungan, tetapi mereka lebih banyak melakukan koordinasi melalui handy talkie-nya. Sangat kontras dengan kerja keras warga yang tengah mengevakuasi pohon besar tersebut.

Pohon jenis mahoni tersebut tumbang sekitar pukul 15.15 WIB sehingga menutup Jalan MT Haryono yang mengarah ke UKI. Pohon tersebut jatuh menimpa sebuah bus karyawan, sebuah sedan, dan satu unit motor. Namun, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.