Monday, October 8, 2012

Api di Pondok Bambu Masih Berkobar Hebat

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com — Api yang melalap ratusan bangunan pembuat mebel dan kontrakan di RT 02 RW 02, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012) siang, masih berkobar hebat. Api melalap bangunan pembuatan mebel berbahan kayu dan ratusan kontrakan yang berdiri di tanah seluas 800 meter persegi. 

Sementara tempat yang diduga menjadi asal api yang berkobar sekitar pukul 12.30 WIB itu kini tinggal tersisa puing-puing. Berdasarkan pantauan di lokasi, tempat yang terbakar masuk ke dalam sejauh 100 meter dari Jalan Pahlawan Revolusi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Beberapa petugas pemadam kebakaran tampak memadamkan titik api yang masih tersisa. Sementara api tampak merembet ke bangunan di sekitarnya. Puluhan warga dan petugas pemadam kebakaran pun berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Mereka tentu khawatir api akan merembet ke permukiman warga lainnya yang hanya berjarak beberapa meter dari kobaran api.

Warga yang memiliki rumah tak jauh dari kobaran api pun langsung berkemas dan menyiapkan barang-barang berharga mereka. Hingga pukul 14.15 WIB, belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut, begitu juga jumlah kerugian yang disebabkan. Warga yang rumahnya habis dilalap si jago merah pun tampak mengungsi di pinggir jalan. Sementara warga lainnya menjadikan musibah tersebut sebagai tontonan.

Sunday, October 7, 2012

Kurangi Kepadatan, Kereta Komuter Dilarang Berhenti

AppId is over the quota
Kereta komuter dan KRL dilarang berhenti di Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk mengrangi kepadatan saat arus balik berlangsung mulai pekan ini.

BEKASI, KOMPAS.com- Untuk mengurangi kepadatan akibat arus mudik dan balik, kereta komuter dan KRL Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi) tidak berhenti di Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

Keduanya menjadi stasiun utama untuk keberangkatan pemudik dan masuknya penumpang yang balik dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Sebagai gantinya, penumpang bisa berhenti di stasiun terdekat sebelum atau sesudah kedua stasiun tersebut.

Kebijakan tidak berhenti di Stasiun Pasar Senen berlaku 12-25 Agustus 2012, sedangkan untuk Stasiun Gambir dimulai 14-23 Agustus 2012. Sebagai gantinya, penumpang bisa berhenti di stasiun sebelum atau sesudah Stasiun Pasar Senen atau Gambir.

Sebagai contoh, di Stasiun Gondangdia atau Juanda yang mengapit Stasiun Gambir serta Stasiun Kemayoran atau Sentiong yang mengapit Stasiun Pasar Senen.

Penumpang dapat memanfaatkan moda lain, seperti taksi, ojek, atau bajaj untuk melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir atau Pasar Senen. "Kebijakan ini untuk mengurangi kepadatan penumpang selama angkutan lebaran 2012," kata Kepala Stasiun Besar Bekasi Sucahyo.

Andre J Mamuaya Director of Corporate Affairs PT Adaro Energy Tbk

AppId is over the quota
Penulis : R. Adhi Kusumaputra | Selasa, 21 Agustus 2012 | 15:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapakah Andre J Mamuaya, korban tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jakarta Selasa siang ini?

Andre J Mamuaya (42) adalah Director of Corporate Affairs PT Adaro Energy Tbk dan Corporate Secretary perusahaan yang sama.

Dalam situs Adaro Energy Tbk disebutkan bahwa Andre menyelesaikan pendidikan tekniknya di Departemen Industrial Mechanical Engineering pada Tokyo Denki University Jepang tahun 1994 dan menyelesaikan pendidikan Business Administration pada American College, Los Angeles, AS tahun 1996.

Saat ini Andre J Mamuaya adalah Director of Corporate Affairs dan Corporate Secretary of Adaro Energy, President Director of JPI, MBP, and HBI, and dan Director of ATA, SMP, MSW and Dianlia.

Andre juga Komisaris sejumlah perusahaan yaitu SIS, PT Pandu Alam Persada dan PT Tri Nur Cakrawala. Sebelumnya Andre adalah Director of PT Anugrahtimur Sejatiperdana (1997-2000).

Dalam situs Adaro Energy, dimuat juga hasil wawancara dengan Andre J Mamuaya tahun 2009 silam. 

Dalam wawancara seperti dikutip situs Adaro, Andre J Mamuaya menyebutkan, meski Adaro Energy belum lama menjadi perusahaan terbuka (Tbk), namun pencapaian yang telah diperoleh dalam hal tata kelola perusahaan cukup menggembirakan. Beberapa pencapaian dimaksud seperti terbentuknya Komite Audit dan Unit Internal Audit di awal tahun 2009 dan sepanjang tahun lalu komite-komite tersebut telah berkontribusi dalam pengawasan pelaksanaan sistem dan prosedur di dalam Grup.

Selain itu, Departemen Corporate Secretary secara berkala dan insidential melakukan keterbukaan informasi terkait dengan kegiatan operasi perusahaan. Kami juga telah memiliki kebijakan keterbukaan informasi.

Tentang tantangan terbesar yang pernah dihadapinya, Andre J Mamuaya menjawab bahwa tantangan terbesar yang pernah dihadapinya pada saat membawa Perusahaan untuk menjadi perusahaan terbuka. Pada saat itu, Andre dan anggota direksi lainnya serta tim inti IPO berhasil meyakinkan regulator pasar modal bahwa Adaro akan menjadi perusahaan publik yang dapat berperan dalam meningkatkan pengembangan pasar modal Indonesia mengingat nilai IPO Adaro merupakan yang terbesar dalam sejarah pasar modal Indonesia. Saat ini kapitalisasi pasar saham Adaro mencapai sekitar Rp70 triliun.

Untuk memperbaiki tata kelola perusahaan di masa mendatang, Andre mengatakan, pihaknya senantiasa berupaya melakukan review atas penerapan tata kelola perusahaan dengan mengacu pada praktik tata kelola perusahaan yang terbaik dan standar yang sejalan dengan visi dan misi kami. Ke depan, Adaro juga akan berupaya mengembangkan struktur tata kelola perusahaan sehingga dapat memperkuat fungsi pengawasan.

Saturday, October 6, 2012

Empat Copet Ditangkap di Ragunan

AppId is over the quota
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Suasana di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pengunjung Taman Margasatwa Ragunan harus waspada akan aksi panjang tangan para pencopet. Sejak Senin (20/8/2012) lalu, aparat Polsek Metro Pasar Minggu sudah menangkap empat orang copet di kawasan kebun binatang seluas 146 hektar ini.

"Ada empat pelaku pencopetan yang diamankan anggota sejak kemarin. Korbannya mencapai lebih dari 5 orang," ungkap Kapolsek Metro Pasar Minggu Komisaris Adri Desas Furyanto, Selasa (21/8/2012), saat dijumpai di Ragunan, Jakarta Selatan.

Empat pelaku yang ditangkap yakni AH (34), DN (32), DK (52), dan AS (38). Keempat orang itu semuanya tertangkap tangan petugas kepolisian tak berseragam di berbagai lokasi di dalam kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. AH misalnya, dia ditangkap di area kandang ular, Kebun Binatang Ragunan.

"Saat itu, AH pakai modus memepet kantong celana korban dengan topi untuk menutupi tangannya yang lagi ambil barang korban," kata Adri.

Alhasil, pelaku berhasil mengambil 1 unit handphone Esia merek HUAWEI dan uang tunai Rp 500.000. Sementara tiga orang pelaku lainnya menggunakan modus dengan menyilet tas korban, memepet badan, dan juga mengambil tas korban yang sedang beristirahat di samping taman kandang buaya.

"Seluruh pelaku saat ini diamankan ke Polsek Pasar Minggu," ujar Adri.

Daerah Maju, Pendatang di Jakarta Menurun

AppId is over the quota

JAKARTA, Kompas.com - Saat ini jumlah pendatang ke Jakarta setiap tahunya menurun. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, ini disebabkan karena majunya perkembangan di daerah, yang berdampak pada banyaknya peluang kerja, sehingga jumlah pendatang di Jakarta menurun.

"Banyak pemerintah daerah yang melakukan pembangunan sehingga kaum migran punya pilihan. Jadi sekarang, kalau sudah berhasil di daerah untuk apa ke Jakarta?" tegas Foke, saat berkunjung ke Pantai Beach Pool, Ancol, Jakarta Utara, Senin (20/8/2012).

Selain itu, Pemprov DKI juga telah memperketat persyaratan kependudukan bagi warga yang ingin tinggal di Jakarta. "Kami melakukan pendekatan kepada pemudik jauh sebelum Lebaran. Kami sudah sampaikan syarat kependudukan sipil ke pemerintah asal supaya orang tidak mudah mengadu nasib ke sini," tegas Foke.

Seperti diketahui, masalah kependudukan di Jakarta dianggap menjadi biang dari berbagai masalah, seperti kemacetan, pengangguran dan sebagainya. Jumlah penduduk yang terlalu banyak dan didominasi oleh pendatang mengharuskan pemerintah untuk mengendalikan lajunya.

Pembalap Andre Mamuaya Tewas di Jalan

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com- Kecelakaan lalu lintas menimpa Direktur Adaro Indonesia Andre Mamuaya dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2012) sekitar pukul 12.30. Andre Mamuaya yang juga seorang pembalap, dikabarkan meningal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Wahyono mengatakan, memang terjadi kecelakaan lalu lintas dimana korbannya mengendarai motor Ducati.

"Saat ini anggota kami masih di RS Siloam Sudirman, untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Korban di rumah sakit tersebut," katanya.

Informasi dari RS Siloam Sudirman, membenarkan ada pasien atas nama Andre Mamuaya yang sedang ditangani di IGD rumah sakit tersebut.

Friday, October 5, 2012

Ini Jumlah Pemudik di Terminal Kalideres

AppId is over the quota
Remigius Septian Pemudik yang akan berangkat dari Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pemudik di Terminal Kalideres pada tahun ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan mencapai 23,69 persen dibandingkan tahun lalu.

"Berdasarkan data yang ada, jumlah pemudik tahun ini naik sekitar 23,69 persen," kata Kepala Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres Hengki Sitorus  di ruangannya, Selasa (21/8/2012).

Ia memaparkan, jumlah pemudik tahun ini jika dikalkulasikan dari H-7 hingga H+1 Hari Raya Idul Fitri tercatat sebanyak 67.595 penumpang.  Pada tahun 2011 Terminal Kalideres hanya mencatat sebanyak 54.648 penumpang.

Hengky menjelaskan, kenaikan jumlah penumpang selain karena faktor bertambahnya penduduk, kenaikan juga dipengaruhi oleh ditutupnya terminal bayangan Grogol untuk bus AKAP.

"Pada tahun lalu banyak penumpang yang masih mudik melalui terminal bayangan di Grogol, namun untuk tahun ini terminal tersebut ditutup untuk bus AKAP, jadi penumpang dialihkan ke Terminal Kalideres ini," terangnya.

Meskipun begitu, lanjut Hengki, pihaknya tidak kewalahan menghadapi banyaknya penumpang. Pasalnya, pihak terminal dan Perusahaan Otobus (PO) sudah mengantisipasi hal tersebut dari jauh hari, seperti misalnya bus cadangan, pos penunggu dan posko-posko lainnya.