Friday, October 5, 2012

27 Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan ke Pondok Bambu

AppId is over the quota
Fabian Januarius Kuwado Kebakaran hebat melanda sebuah kompleks pembuatan mebel dan rumah warga di RT 01 RW 02, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta telah mengerahkan setidaknya 27 armada ke lokasi kebakaran di Rukun Warga (RW) W 2 Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2012).

Kebakaran diketahui pukul 12.15 WIB, hingga kini belum bisa diatasi meski sudah 27 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.  Sumber api hingga kini juga belum bisa dipastikan, apakah dari rumah atau bangunan berupa gudang meubel, thinner, atau bengkel.

Hingga saat ini, sudah sekitar 100 bangunan ludes dilalap si jago merah, yang Apalagi di kawasa furnitur belum bisa dipastikan.

Hingga kini, kebakaran yang meludeskan setidaknya 100 bangunan  di kawasan pusat meubel di Jakarta Timur itu, belum bisa dikendalikan.

Thursday, October 4, 2012

Tabrakan dengan Ducati Andre, Pengendara Innova Diperiksa

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Subdit Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut yang menewaskan pembalap Andre Mamuaya pada Selasa (21/8/2012) pagi. Polisi saat ini masih mendalami keterangan saksi dan juga korban selamat dalam kecelakaan itu.

"Kami belum tahu penyebabnya apa, berapa kecepatannya, karena belum masuk dalam penyidikan. Sekarang kami masih meminta keterangan awal dari Mahendra Tarigan, pengemudi Toyota Innova yang selamat dalam kecelakaan itu dan saksi-saksi," ujar Sudarmanto, Selasa siang, saat dijumpai mengamankan Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.

Sudarmanto menjelaskan bahwa dari kronologi kecelakaan yang ada, sepeda motor sport Ducati yang dikemudikan Andre menyalip melaui jalur kiri dalam kecepatan tinggi. Di saat yang bersamaan, Toyota Innova yang dikemudikan Mahendra Tarigan sudah memberikan tanda lampu sen akan ke kiri untuk masuk ke dalam Plaza Central. Akhirnya, tabrakan pun tak terhindarkan.

Sepeda motor Andre pun menabrak bemper kiri Innova. Sementara tubuh Andre terpental hingga kepalanya membentur keras pot bunga di samping jalan. Andre tewas di tempat.

"Kami sekarang fokus untuk mengurus jenazahnya dulu," ujar Sudarmanto.

Ia melanjutkan, untuk kepentingan penyelidikan, mobil Toyota Kijang Innova B 1348 PKP dan sepeda motor Ducati B 5555 XS dibawa ke unit Kecelakaan Lalu Lintas Polda Metro Jaya di Pancoran, Jakarta Selatan.

Pantai Ancol Masih Dipadati Ribuan Pengunjung

AppId is over the quota
Kompas/Wisnu Widiantoro Tempat hiburan dan wisata seperti Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara pada Senin (20/8/2012) mulai dipadati pengunjung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana di Pantai Festival Ancol, Jakarta Utara, di hari kedua setelah Lebaran, Selasa (21/82012), masih sangat ramai. Berbagai sudut di kawasan wisata pantai ini sudah dipenuhi ribuan masyarakat.

Misalnya di Pantai Festival. Meski panas terik, hal itu tidak mengurangi antusiasme masyarakat bermain di tepi pantai.

"Nggak apa-apalah panas-panasan, jarang-jarang kita bisa ke pantai. Biar anak senang," tutur Santi yang datang bersama empat orang anaknya.

Kebanyakan pengunjung datang berkelompok besar, lebih dari empat orang. Sebagian besar pengunjung adalah anak-anak.

Staf Humas Taman Jaya Ancol Alditha Putra mengatakan, jumlah pengunjung pada hari kedua Lebaran atau Senin (20/8/2012) mencapai 122.666 orang. Hari ini, kata Aldhita, jumlah pengunjung Ancol diprediksi mengalami kenaikan hingga 15.000 orang.

"Untuk liburan Lebaran kali ini, prediksi jumlah pengunjung Ancol mencapai 1,1 juta orang terhitung dari 17 Agustus hingga akhir bulan," kata Aldhita, Selasa (21/82012).

Untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar jalan menuju kawasan wisata Ancol, pihak manajemen Ancol telah berkoordinasi denga Dinas Perhubungan dan pengelola TransJakarta.

"Kita bekerja sama dengan pengelola busway dan Dinas Perhubungan untuk penyediaan transportasi. Tujuannya supaya masyarakat dapat mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan lebih mudah mencapai Ancol," jelas Aldhita.

Untuk pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, manajemen Ancol telah menyadiakan Bus Warawiri yang membawa penumpang ke dua tujuan, yakni area barat dan timur Ancol. Bus berpendingin udara ini mampu mengangkut 30 pengunjung. Bus ini mampir ke unit-unit rekreasi di Ancol, termasuk Pantai Indah yang digemari pengunjung.  

"Kami menyediakan bus warawiri bagi para pengunjung yang menggunakan kendaraan umum. Jadi, setelah masuk ke dalam kawasan Ancol, mereka tinggal menunggu Bus Warawiri," jelas Alditha.

Ducati Andre Senggol Toyota Innova

AppId is over the quota
Imanuel More Motor Ducati yang dikendarai pembalap Andre Mamuaya saat kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com- Motor Ducati yang dikendarai Andre Mamuaya, Direktur PT Adaro Energy Indonesia, Tbk menyenggol sebuah Toyota Innova, saat korban akan mendahului mobil itu dari sebelah kiri.

"Saya lihat, motor itu larinya kencang. Di depannya ada Toyota Innova. Motor nyalip dari kiri, nyenggol mobil itu. Motor akhirnya lari oleng, naik trotoar, terus berhenti di sini. Jatuh. Motor nimpa pengendaranya," kata Udari Sutisna (29), satpam Plaza Central BCA yang menyaksikan kecelakaan tersebut.

Menurut Udari, kecelakaan terjadi sekitar pukul 11:30 WIB. Ia yang mengangkat motor Ducati yang menimpa tubuh korban. "Korban diangkat oleh teman-temannya yang datang cepat. Mereka rombongan, pakai motor gede juga kayaknya korban memang lagi jalan rombongan dengan mereka," katanya.

Ia menambahkan, Toyota Innova yang disengol motor korban, tidak kabur. Dia berhenti, tidak jauh dari jatuhnya korban, yang menabrak pot dan pohon.

"Korban diangkut dengan mengunakan Toyota Innova itu. Korban saat itu saya lihat masih bernafas. Tetapi dari mulutnya keluar cairan. Saya tidak melihat ada darah yang keluar dari tubuh korban," katanya.

Wednesday, October 3, 2012

Pengamat: Perjelas Makna SARA dalam Kampanye

AppId is over the quota
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Warga melintas di depan mural ajakan agar memilih calon gubernur yang tidak mengobral janji di salah satu tembok di ajlan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/7/2012). Ajakan itu juga untuk mengkampanyekan agar warga memilih calon gubernur dengan menggunakan hati.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat komunikasi politik Henry Subiakto mengatakan, perlu ada pendefinisian yang jelas terhadap sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan dalam polemik berkampanye. Menurutnya, pemanfaatan yang tepat soal isu SARA justru dapat membangun kekuatan penting bagi calon peserta pemilihan kepala daerah.

Dosen Universitas Airlangga, Surabaya, itu mengatakan, jika pasangan calon mengeksplorasi latar belakang kesukuan dan agama saja, maka tidak bisa dikategorikan mengangkat isu SARA. Henry mencontohkan satu kasus positif penggunaan isu SARA dalam kampanye Pilkada DKI Jakarta, yakni keberadaan spanduk di luar Jakarta yang mengingatkan agar warga Jakarta yang tengah mudik tidak lupa memilih salah satu calon gubernur pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

"Saat mudik, saya menemukan ada spanduk di Jawa Tengah yang mengingatkan supaya jangan lupa memilih salah satu calon gubernur bila kembali ke Jakarta," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (21/8/2012).

Ia berpendapat sah-sah saja bila pasangan calon membidik pemilih yang berasal dari daerah yang sama dengannya. Ia menilai mayoritas masyarakat Jakarta, yang sebagian besar adalah pendatang, dapat dimanfaatkan oleh pasangan calon yang berkompetisi dengan cara berkampanye di luar Jakarta saat mudik. Menurut Henry, yang harus dipertegas adalah definisi pelanggaran kampanye dengan isu SARA.

"Yang bisa dikatakan isu SARA itu bila mengajak untuk membenci atau memusuhi suku atau agama tertentu. Kampanye dengan menyebut stereotyping suku tertentu juga termasuk SARA," katanya.

Henry menganggap positif kampanye yang mengangkat latar belakang kesukuan atau agama dari calon yang bersaing. Ia beralasan bahwa hal itu bisa menunjukkan keberagaman etnis dan kultur di Jakarta yang mayoritas penduduknya adalah pendatang. Namun, dia berharap pemilih tidak memilih gubernur hanya berdasarkan pada kesamaan suku atau agama, tetapi lebih kepada kemampuan dan kapasitas calon yang dinilai bisa memimpin Jakarta.

Jangankan Makan Ketupat, Mudik Saja Tak Bisa

AppId is over the quota
KOMPAS IMAGES/MUNDRI WINANTO Suasana Lebaran di pengungsian korban kebakaran Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta, Minggu (19/8/2012). Di tengah keprihatinan akibat musibah kebakaran yang terjadi pada Senin (6/8/2012) lalu, para korban merayakan lebaran dengan sederhana dan penuh kebersamaan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari Raya Idul Fitri sejatinya dapat dirayakan bersama keluarga dan sanak saudara dengan penuh suka cita. Namun, kondisi sebaliknya justru terlihat pada korban kebakaran di Karet Tengsin, Jakarta Pusat. Alih-alih makan ketupat, pulang kampung pun tak mampu.

Puing-puing sisa kebakaran masih tampak teronggok di samping Kalimati, Karet Tengsin, akibat kebakaran yang terjadi pada Senin (6/8/2012) lalu. Sesekali masih terlihat warga yang mengais sisa puing rumah mereka. Suasana itu kontras dengan situasi rumah warga yang tak jauh dari lokasi kejadian, kelihatan ramai dikunjungi warga. Dengan berbagai busana muslim, ibu-ibu masih nampak bersalam-salaman.

Semua itu tidak dirasakan Ratih (35) dan 1.500-an warga yang menjadi korban kebakaran tersebut. Ratih hanya bisa melamun di bawah sebuah tenda, melihat puing-puing rumahnya, dan meratapi nasibnya akhir-akhir ini. Tak tampak raut ceria di wajahnya seperti yang tampak pada orang-orang di saat Lebaran. "Lebaran ya biasa-biasa saja. Enggak ada ketupat, makan seadanya saja. Buat sehari-hari saja udah susah, ini mikir Lebaran," ujar ibu tiga anak itu, Selasa (21/8/2012).

Pada tahun-tahun sebelumnya, Ratih rutin membuat kue untuk menyambut kedatangan hari yang fitri. Namun, kali ini beda, ia abaikan semua itu karena semuanya sudah ludes dilalap si jago merah. "Tahun ini saya tidak bisa membuat kue Lebaran, padahal saya sudah menyiapkan bahan baku untuk membuat kue Lebaran," katanya sambil berharap saudaranya membawakan kue Lebaran untuk keluarganya.

Amir, seorang pengurus RW setempat, mengutarakan hal yang sama. Menurutnya, hampir semua warga di situ tidak dapat meninggalkan rumah mereka, walaupun sudah rata dengan tanah. Warga harus tetap tinggal untuk menjaga barang-barang mereka yang masih tersisa.

"Gimana mau mudik, buat uang makan saja carinya susah. Orang-orang pada tergantung dari bantuan. Kalau saya sih, uang nabung untuk mudik dipake buat nambahin uang bantuan pemerintah untuk bangun rumah," kata Amir.

Amir, Ratih, dan ribuan warga lainnya terpaksa kehilangan tempat tinggal karena api yang merusak 405 rumah dan 200 kios pasar di tempat itu. Kini mereka hanya dapat menunggu uluran tangan dari orang lain. Entah sampai kapan kondisi ini membaik.

Saturday, September 1, 2012

Kronologi Tewasnya Pebalap Andre Mamuaya

AppId is over the quota
Imanuel More Motor Ducati yang dikendarai pembalap Andre Mamuaya saat kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (21/8/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Adaro Energy Tbk sekaligus pebalap andal Andre Mamuaya tewas dalam kecelakaan hebat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/8/2012) pagi tadi. Sepeda motor balap Ducati miliknya pun hancur dan sempat terpental.

Hal ini diungkapkan Kepala Subdit Gakkum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto saat dijumpai mengamankan Taman Margasatwa Ragunan.

Sudarmanto mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 09.45 WIB di depan Plaza Central, Jalan Jenderal Sudirman. Sepeda motor Ducati B 5555 XS milik Andre melaju sangat kencang di jalur lambat di jalan itu.

Di saat yang bersamaan, di depan motor Andre terdapat sebuah mobil Kijang Innova B 1348 PKP yang dikemudikan Mahendra Tarigan.

"Mobil Innova hendak masuk ke kiri ke dalam gedung Plaza Central, dia udah kasih tanda akan belok. Tapi sepeda motor Ducati justru berusaha menyalip Innova dari arah kiri. Akhirnya, tabrakan tidak bisa dihindarkan," kata Sudarmanto.

Ketika itu, lanjut Sudarmanto, Andre diduga tidak memperhitungkan jarak dan menabrak bemper kiri mobil Kijang Innova.

"Akhirnya dia mental, kepalanya terpentok di pot bunga, dan kemungkinan tewas di tempat karena benturan sangat keras," ujar Sudarmanto.

Saat ini, jenazah Andre dibawa ke RS Siloam terdekat. Sementara Mahendra Tariga, pengendara Kijang Innova selamat dari kecelakaan maut itu. Polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan ini.